Dari Serbia, Menkum HAM Pimpin Tim Ekstradisi Bawa Pulang Buron Maria Lumowa

47

Jakarta – Menkum HAM Yasonna Laoly membawa kabar baik dari kunjungannya ke Serbia. Tim ekstradisi berhasil membawa pulang buronan Maria Pauline Lumowa dari negara tersebut.

“Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia,” kata Yasonna dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

“Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang,” tuturnya.

Maria Paulina Lumowa sempat melakukan upaya hukum untuk lepas dari ekstradisi ini. Namun, ekstradisi ini berhasil dilakukan karena juga menjadi perhatian dari kepala negara.

“Sempat ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi, juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud,” ujar Yasonna.

“Dalam pertemuan kami, Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga kembali menggaris bawahi komitmen tersebut. Proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara,” sambungnya.

Yasonna juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia, Bapak M Chandra W Yudha. Ekstradisi ini juga tidak lepas dari asas resiprositas (timbal balik). Sebelumnya, Indonesia sempat mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.

Laman: 1 2 3

You might also like
close