Kisruh PPDB DKI, Sekolah Negeri untuk Si Kaya atau Si Miskin?

17

Jakarta, Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta memicu perdebatan terkait hak belajar anak berusia muda dan tua di sekolah negeri. Muncul pertanyaan, dengan penerapan syarat usia pada PPDB 2020 ini sesungguhnya sekolah-sekolah negeri, khususnya di Jakarta, diperuntukkan buat anak-anak dari keluarga kaya atau miskin?

Diketahui sejumlah demonstrasi dilakukan orang tua siswa yang mengaku anaknya tak lolos PPDB karena aturan usia yang ditetapkan Dinas Pendidikan DKI. Para orang tua menuntut hak belajar untuk anak-anak mereka yang berusia muda.

Di sisi lain, ada pula yang menilai tuntutan demo orang tua membatalkan PPDB DKI justru bakal mendistorsi hak belajar siswa berusia tua.

Dinas Pendidikan DKI sendiri berdalih aturan usia pada jalur zonasi dan afirmasi dibuat untuk merangkul anak-anak dari ekonomi menengah ke bawah. Disdik DKI mengklaim kebanyakan mereka yang berusia tua datang dari keluarga kelas bawah.

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin menilai sesungguhnya semua anak punya hak yang sama untuk masuk sekolah negeri. Hak ini tidak memandang latar belakang mereka, termasuk kelas ekonomi.

Namun, dia menilai, pemerintah perlu berpihak kepada anak dengan ekonomi menengah ke bawah terlebih dahulu. Mengingat biaya pendidikan di sekolah negeri gratis karena subsidi negara.

Laman: 1 2 3

You might also like
close